|
K2 DRM (DIAZ RAMADHAN MODEL)
Kali ini kita akan membahas salah satu gitar custom yang baru lahir di awal tahun 2007 ini.
K2 DRM adalah kependekan dari K2 Diaz Ramadhan Model yang diambil dari sebagian nama saya sendiri :p. Gitar ini asli
produksi dalam negeri yang dikerjakan oleh bengkel K2 Custom (Yogyakarta) yang dibuat berdasarkan keinginan saya pribadi.
INTRO
Cikal bakal lahirnya gitar ini adalah keinginan saya sejak tahun 2001 untuk memiliki gitar yang berinlay angka arab. Biasanya
gitar yang ada di pasaran memiliki inlay shark, dot, flower, star, dan lain sebagainya. Namun saya belum pernah melihat
(mungkin karena kurang per-googling-an) ada inlay yang bertuliskan angka arab.
Ilham kedua yang saya dapatkan adalah mengenai bentuk body yang datang dari Ibanez JEM Steve Vai yang sangat khas dengan
'monkey grip'nya. Kemudian pada tahun 2005 saya menyaksikan video lesson berjudul Cutting Loose dari Reb Beach yang
memiliki gitar signature Ibanez Voyager. Pada video itu saya melihat sebuah gitar yang bentuknya memiliki coak pada bagian
'bottom'nya seperti Flying-V namun lebih simple dan tidak sangar.
Akhirnya ketika tahun 2006 saya hijrah ke Yogyakarta untuk menuntut ilmu, saya menemukan sebuah bengkel bernama K2 Custom
yang memiliki produk-produk berkualitas baik. Kebetulan luthiernya asyik, jadi saya memutuskan untuk mempercayakan
produksi gitar custom saya pada bengkel ini.
NECK :
Bagi saya yang aslinya adalah penggila gitar-gitar Ibanez RG, maka tidak ada alasan lain untuk tidak menginginkan bentuk neck
Ibanez RG secara umum dengan 24 fretnya. Untuk bagian inlay, angka arab yang ditampilkan merupakan hasil sablonan yang
tercetak diatas fret board berbahan kayu maple.
Model headstock ini dibuat berdasarkan hasil memilih dari beberapa koleksi bentuk yang dimiliki oleh K2 Custom.
BODY :
Secara umum bentuk body gitar ini adalah hasil kreasi dari sang luthier, bang Keke. Monkey grip yang terinspirasi dari
gitar Steve Vai juga berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan pick cadangan selain fungsi utamanya sebagai pegangan.
'Coak' pada bagian 'bottom'nya seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, terinspirasi oleh gitar Ibanez Reb Beach.
Konfigurasi pickupnya terdiri dari single coil (neck) dan humbucker (bridge) yang bisa difungsikan sebagai single coil
dengan coil tap. Potensio yang saya gunakan konfigurasinya terinspirasi dari gitar model Les Paul. Terus terang saya baru
mulai menyukai konfigurasi seperti ini setelah menjadi penyimak permainan salah satu gitaris Jepang,
Tak Matsumoto, yang diendorse oleh Gibson.
Body gitar ini terdiri dari satu bagian kayu atau biasa disebut 'onepiece'. Saya memilih body onepiece ini karena
menginginkan sustain yang lebih panjang dari gitar-gitar umum yang terdiri dari 3 pieces atau 2 pieces. Hasil dari melihat
diskusi di forum Gitaris.com sih katanya begitu. Karena penasaran jadi saya coba saja.
PICK UP :
Sebelumnya saya merupakan seorang "anti Fender" :D meskipun mengaku sebagai penggemar berat Yngwie Malmsteen yang
faktanya merupakan salah satu icon Fender Stratocaster. Namun karena akhir-akhir ini sering dicekoki oleh musik-musik blues
di Gitaris.com seperti hasil mendengar permainan Sandy Priatna, Andre Harihandoyo, Rama Satria, dan juga gitaris blues rock
idola saya, Richie Sambora, akhirnya saya teracuni juga oleh sound single coil khas Stratocaster. Maka saya pilih pickup
single coil Duncan Design yang dibeli dari Hanung Squad Music Store di posisi neck. Berhubung bukan seorang 'stratoman' jadi
bagi telinga saya pickup single coil yang harga 100.000 dengan yang 1.000.000 terdengar tak ada bedanya :D hehehe
Kemudian pickup di posisi bridge saya gunakan Seymour Duncan Distortion (SH-6) akibat mencoba gitar milik Yai (Rainaldi
Item). Output yang cukup tinggi dan karakternya yang nge-rock memang sesuai dengan keinginan saya yang menyukai sound-sound
distorsi.
Toggle switch pickup saya letakkan di bawah pickup neck yang terinspirasi dari gitar Washburn N4 Nuno Bettencourt.
BRIDGE :
Pengalaman terdahulu saya sering dibikin kesal oleh tremolo up-down. Sering tidak stabil dan merepotkan saat menginginkan
steman drop dan lain-lainnya mengakibatkan saya kapok untuk sementara ini dalam menggunakan tremolo up-down. Akhirnya saya
pilih tremolo yang cuma bisa down saja. Mudah untuk di stem dan tidak khawatir out of tune saat senar putus di panggung.
PLAYABILITY :
Rasa dari memainkan gitar ini pada bagian neck mirip gabungan Ibanez RG dengan Stratocaster. Apabila kita memainkan pickup
neck, rasanya seperti sedang memainkanm gitar stratocaster karena didukung oleh sound 'twangy' dari pickup single coilnya.
Namun bila memainkan pickup humbucker (bridge) rasanya seperti gitar-gitar Ibanez pada umumnya.
FINISHING :
Salah satu kelebihan bengkel gitar K2 Custom adalah pada bagian finishingnya. Hasil akhir produksi bengkel ini selalu
mengagumkan. Sangat jarang bengkel gitar custom di Indonesia yang memiliki finishing sebagus ini. Maka tak usah diragukan
lagi kalau gitar K2 DRM juga memiliki finishing yang memperlihatkan sosoknya seperti gitar-gitar produksi pabrik besar.
Untuk warna sendiri saya memilih warna kuning karena warna ini cukup ngejreng dibandingkan gitar-gitar berwarna gelap.
Apalagi mata saya memiliki kekurangan 'buta warna parsial', jadi warna kuning yang berbeda sedikit tidak terlalu pengaruh
bagi saya hehehe....
KEKURANGAN :
Rasanya tidak ada kekurangan yang berarti karena bagi saya gitar ini sudah sangat perfect untuk saya mainkan sendiri. Namanya
juga custom yah..... cuma sepertinya memang belum bisa disamakan dengan playbility gitar-gitar Jepang seperti Ibanez RG450.
KELEBIHAN :
Banyak sekali kelebihan yang terdapat pada gitar ini :
-Monkey Grip. bisa difungsikan sebagai gagang dan tempat menyimpan pick cadangan.
-Coak yang terdapat pada bagian bottom gitar ini memudahkan saat bermain solo seperti yang sering diperagakan oleh Baron
pada gitar ESP Alexi Laiho-nya.
-Coil Tap yang terdapat pada pickup pada posisi bridge memungkinkan kita merubah-rubah karakter pickup dari humbucker ke single coil.
Kesimpulannya, gitar ini sangat baik terutama apabila dimainkan oleh saya sendiri. :D
Saya kira hanya cukup sampai disini dulu review gitar saya, K2 Diaz Ramadhan Model. Nantikan review-review saya selanjutnya
hanya di Portal Gitaris paling keren, Gitaris.com. \m/
Oleh: Diaz Ramadhan (neoclassicer @ yahoo.com)
Berikan komentar anda disini >> http://gitaris.com/showthread.php?t=9990
Review Alat Musik Lainnya...
|