|
Darieos Norman X3 Series

Gitar Norman X3 milik Normie
Darieos guitar kembali mengeluarkan sebuah proto-type terbaru yang dinamakan Darieos Norman X3 model. Gitar ini memang
didesain berdasarkan permintaan saya yang yang sangat menyukai Fender John 5 Telecaster. Warna, body, dan head dari guitar
Darieos ini memang sangat terinspirasi oleh Fender J5, tapi fitur, dan sound yang dihasilkan jelas berbeda. Gitar Darieos
ini punya banyak variasi sound, dan cukup versatile untuk berbagai aliran musik.
HISTORY
Sejak persahabatan antara saya dan mas Ndary (pemilik Darieos guitar) dimulai, sejak itu pula kami sering bertukar ide
tentang gitar. Mas Ndary kala itu sedang mempersiapkan produk gitar bernama Darieos, sebuah proyek yang merupakan
cita-citanya sejak lama. Saya sebagai gitaris hanya memberi masukan menurut pola pikir dan selera sebagai gitaris. Dari
pertukaran ide antara saya dan mas Ndary, lahir beberapa model gitar yang sampai sekarang masih dianggap prototype seperti:
Norman X1, X2, dan yang sekarang, X3. Mengapa masih prototype? Karena sampai sekarang mas Ndary masih belum menemukan
desain yang cocok dengan berbagai perhitungannya seperti sound, tampilan, dan juga daya saing di pasar.
BODY AND FINISHING
Seperti yang sudah saya sebut sebelumnya, gitar X3 ini terinspirasi oleh J5, baik bentuk body maupun headstocknya. Namun
ada beberapa perbedaan, seperti pickguard X3 yang menggunakan bahan Diamond Plate, atau kalau dalam bahasa otomotif/mesin
sering disebut bordes. Buat yang gak tau, bordes adalah sejenis plat besi yang biasa digunakan di lantai-lantai bis.
Pickguard ini membantu membuat sound gitar ini agak twangy. Headstocknya juga dibuat lebih pendek dari gitar Fender J5.
Dengan finishing yang berwarna hitam, X3 terlihat gagah dan cocok untuk memainkan musik keras. Bahan untuk body sendiri
adalah bahan dari kayu asli Indonesia. Bahan ini juga digunakan untuk X1, dan X2. Sound yang dihasilkan lumayan jernih. Hal
ini bisa dirasakan ketika memainkan gitar ini tanpa dicolok ke ampli. Suara yang keluar terdengar jelas, dan jernih.
Necknya terbuat bahan maple. Freatboardnya dari rosewood. Satu yang berbeda dari gitar-gitar ‘seri’ X sebelumnya, gitar X3
ini memiliki neck yang agak lebar. Ketika memintanya pada mas Ndary, saya gak berpikir apa-apa, kecuali bahwa saya
menganggap neck yang besar sebagai tantangan. (hehe). Bobot gitar ini juga lumayan ringan, Lebih ringan dari X1, tapi
sedikit lebih berat daripada X2. Berjingkrak-jingkrak di panggung bukan hal sulit ketika menggunakan gitar ini.
FEATURES
X3 memiliki sebuah toggle 3-way toggle switch, 2 buah humbucker, 2 buah switch kecil untuk coil split, sebuah volume knob,
sebuah tone knob, dan sebuah Killswitch. Humbucker yang dipakai terdiri dari sebuah Seymour Duncan SH 6 untuk bridge
position, dan Kramer Quadrail untuk neck position. Dengan wiring yang unik (sesuai tradisi gitar Darieos seri Norman X,
hehe), membuat gitar ini mampu menghasilkan suara single coil karena kedua humbucker ini memiliki fasilitas coil split
melalui 2 switch kecil yang berada di dekat volume knob.. Kalo saya gak salah hitung, total ada 8 sound untuk gitar ini,
yaitu:
POSITION:
- Neck H: toggle switch UP-neck coil split OFF
- Neck S: toggle switch up-neck coil split ON
- Neck H-Bridge H: toggle switch MIDDLE-neck coil split OFF-bridge coil split OFF
- Neck S-Bridge H: toggle switch MIDDLE-neck coil split ON-bridge coil split OFF
- Neck H-Bridge S: toggle switch MIDDLE-neck coil split OFF-bridge coil split ON
- Neck S-Bridge S: toggle switch MIDDLE-neck coil split ON-bridge coil split ON
- Bridge H: toggle switch DOWN-bridge coil split OFF
- Bridge S: toggle switch DOWN-bridge coil split ON
Ket: H= Humbucker
S= Single
Dengan pilihan sound sebanyak ini, gitar ini mampu digunakan untuk berbagai aliran musik mulai dari classic rock, metal,
pop, bahkan jazz.
Killswitch
Killswitch adalah sebuah toggle switch yang berguna sebagai tombol ON/OFF. Fungsinya hampir sama dengan tombol killswitch
yang ada pada turntable (that’s why I name it killswitch). Dengan tombol ini saya mampu memainkan teknik toggle switch yang
dipopulerkan Tom Morello.
SOUND AND PLAYABLITY
Delapan sound dalam sebuah gitar konvensional adalah termasuk hal yang ‘menggembirakan’ bagi seorang gitaris. Kedelapan
sound ini memiliki ciri sendiri-sendiri yang berguna untuk musik yang berbeda-beda. Untuk musik yang super keras dan
agressif, sound yang paling cocok adalah sound POSITION 7 (lihat keterangan diatas). Untuk main funk, kita bisa pake
POSITION 2.
Pickups (pups)
Saya seharusnya bikin review sendiri tentang pick up Quadrail yang saya pakai pada posisi neck. Saya suka sekali ama
Quadrail. Awal pertama, saya masih coba-coba aja memakainya. Tapi setelah dipasang dan dimainkan, Quadrail ternyata sangat
memuaskan. String definition yang diperdengarkan pick up yang memiliki 4 kumparan ini terdengar sangat jelas. Saya bisa
mendengar semua nada ketika memainkan sebuah kord dengan distorsi tinggi. Quadrail termasuk type Hot Twin Rails, menurut
keterangan yang saya baca, pick up ini sebenarnya di desain berdasarkan Hot/Cool Rail buatan Seymour Duncan, tapi
digabungkan ke dalam satu humbucker. Itulah sebabnya ada terdapat 4 coil (kumparan) di dalamnya yang membuat output
humbucker ini sangat besar. Hal ini sangat berbeda dengan humbucker biasa yang hanya memiliki 2 coil. Bagi gitaris yang
menyukai setelan Drop D, atau bahkan detune ke C# atau B, Quadrail adalah pick up yang sangat memuaskan. Sound Low nya
sangat ‘nendang’, sementara punchnya juga gak ilang. Saya senang sekali dengan pick up ini sampai-sampai saya mempromosikan
pick up ini ke semua gitaris yang saya kenal. Saya juga seharusnya membuat review terpisah tentang pick up Seymour Duncan
SH 6 yang saya pakai di posisis bridge. Soundnya nendang sekali. Galak, dan garang namun sound definitionnya terdengar
sangat jelas. Pups ini memang dirancang untuk musik-musik keras, namanya aja Duncan Distorstion. Dan seperti namanya, pups
ini memang tidak sempurna dalam sound clean. Namun sound clean yang dihasilkannya termasuk dalam taraf yang ‘masih membuat
tersenyum’. Yang pasti, menggunakan kedua ‘pups’ ini membuat playability gitar X3 sangat ‘menyenangkan’. Walaupun saya
mengeset action senar lumayan tinggi, rasanya malah sangat empuk, seperti memegang mentega!. Mungkin karena respon pups nya
yang sensitif, sehingga saya jari gak perlu mengeluarkan banyak tenaga untuk memainkannya. Satu yang bikin saya senang
sekali dengan kedua pups ini adalah bahwa ‘mereka’ membuat permainan legato menjadi jauh lebih mudah. Kedua pups ini sangat
‘resposif’ dengan keinginan gitaris. Apa yang ingin kita mainkan di gitar, serasa bisa dilakukan semuanya dengan bantuan
kedua pups ini. Banyak orang yang bilang permainan saya menjadi lebih jelas dan bersih setelah saya menggunakan pups ini.
KEKURANGAN
Karena pups yang saya gunakan beroutput tinggi dan bertype Hot, maka suara cleannya agak sedikit terdistorsi. Tapi dengan
sedikit mengecilkan volume knob, masalah ini teratasi. Saya jadi berpikir, ini malah bukan kekurangan tapi malah menjadi
kelebihan. Karena semakin membuktikan keandalan sound gitar ini. Dengan kontrol yang baik, kita bisa menghasilkan suara
clean, crunch, dan distorsi hanya dengan menggunakan volume knob. Kekurangan yang lain terletak pada necknya yang besar.
Bagi sebagian orang yang berjari besar seperti saya, neck yang gede bisa sangat nyaman, tapi bagi orang umum yang tangannya
lebih kecil, neck yang besar bisa sangat mengganggu.
KESIMPULAN
Gitar ini bisa dipakai untuk memainkan musik apa aja, terutama karena kehandalan soundnya, dan juga dari penampilannya yang
unik. Garang namun elegan. Saya pribadi paling puas dengan desain tampilan gitar ini dibandingkan dengan seri Norman X
sebelumnya. Satu hal yang agak membingungkan adalah saya belum tau berapa harga pasti gitar ini karena nampaknya Mas Ndary
tidak akan menggunakan tipe pups yang saya gunakan sebagai stock pups. Ini mungkin karena perhitungan pasar semata. Atau
kalo mau diambil jalan tengahnya, gitar ini akan dilempar ke pasar dalam 2 model. Model pertama dengan type pups seperti
yang saya gunakan, yang kedua, dengan type pups yang lebih murah, tapi dengan sound yang tidak mengecewakan. Memang perlu
sedikit penyesuaian untuk memainkan gitar ini, terutama karena ukuran necknya dan juga penempatan switch yang beda dengan
tele biasa. Namun jika telah terbiasa, gitar ini bisa jadi sebuah senjata yang sangat mematikan!!.
Editor : Normie
Sample Sound Gitar Darieos Norman X3 Series :
- http://www.cccc-band.com/_the/cnt/files/CCCC%20feat%20Agus%20Pras-Dajjal.zip
Ketika merekam lagu ini, peralatan yang saya gunakan adalah gitar Darieos Norman X3 series, efek Zoom GFX 707, dan ampli Roland Jazz Chorus. BTW, lagu ini masih dalam versi demo, dan belum di mixing/mastering.
Forum yang membahas artikel ini....>>>
Review alat musik selengkapnya
|