6 Maret 2007
IAN ANTONO
"Wawancara dengan Ian Antono"
Akhirnya..... kesampaian juga impian selama ini untuk bisa interview dengan gitaris legendaris Indonesia, mas Ian Antono.
Interview dilakukan di Seven Resto sehari sebelum Konser 1000 Gitar di Yogyakarta. Sudah dapat interview, makan gratis pula
hehehe...... terima kasih Seven Resto
dan........ inilah interview saya (Diaz Ramadhan) dengan mas Ian Antono.
Kesibukan mas Ian sekarang apa saja sih? Beberapa tahun lalu kan telah beredar kabar bahwa God Bless akan rilis
album baru pada bulan Maret 2005. Apakah sedang sibuk dengan God Blessnya?
Jadi God Bless itu ada masalah dalam hal kontrak, drummer, dan pemain keyboard. Oleh karena itu tahun ini memang mau nggak
mau (God Bless harus keluarin album -red-) memang harus, kalau luput dari tahun ini kayaknya susah.
Bagaimana kira2 gambaran tentang album barunya God Bless dengan beberapa personel yang baru. Seperti misalnya dulu dengan
Gilang Ramadhan (yang sekarang sudah tidak di God Bless lagi -red)?
Dengan beberapa personel baru yang ada sekarang ini kita memang lagi cari drummer
Ada gambaran nggak kira-kira drummer barunya God Bless itu harus seperti apa sih?
Kalo seperti siapa sih saya gak berani bilang, soalnya gaya drummer sekarang sudah lain. Cuma yang jelas dia harus lebih
kaya permainannya.
Tapi (meskipun belum memiliki drummer tetap) targetnya God Bless tetap harus release album tahun ini?
Tetep tahun ini, malah sebelum kita berangkat (ke Jogja untuk main di Konser 1000 gitar -red) selalu ngobrolin itu terus,
malah lagunya sudah dipersiapkan.
Ada berapa lagu?
12
Itu sudah siap diedarkan atau belum?
Oh belum, yang dulu sudah waktu sama Gilang itu yang sudah, tapi digugurin lagi, padahal sudah take vocal 6 lagu.
Terus seandainya nanti release, kira-kira taktik mas Ian gimana sih cara untuk mengatasi serbuan band-band baru seperti
Nidji dan Samsons misalnya? Apakah nantinya God Bless akan ikut arus atau konsisten?
Oh, God Bless tetep konsisten karena kita punya konsumen sendiri. Jadi memang warnanya kita gak boleh kesitu.
Tahun lalu mas Ian kan main juga di Konser 5 Gitar Master di Jogja. Mungkin gak mas Ian bikin konsep G3 hingga konser tur ke
daerah-daerah dan direkam dalam bentuk album? Seandainya ada kesempatan, siapa saja yang akan diajak?
Sebenarnya banyak yang minta dan baru-baru ini juga ada yang minta saya, Eet, dan Totok Tewel untuk bikin seperti itu, cuma
saya bilang konsep gitaris hanya show saja, saya itu belum punya bahan. Jadi saya maunya kalau itu dibuat dulu beberapa lagu
yang kita bikin bareng. Meskipun mungkin nantinya sampai direkam dalam bentuk album dan nggak dijual ke pasaran, saya rasa
kalau nanti dibikin jadinya bakal bagus.
Mas Ian kan sudah menjadi pemain lama nih, apakah mas Ian sekarang merasa permainan gitarnya semakin bertambah atau mungkin
berkurang?
Berubah. Tapi berubah dalam hal selera, karena dari tahun ke tahun selalu mengulang dan memainkan lagu yang sama, akhirnya
jadi jenuh lalu ingin mencari sesuatu yang lain. Cuma sekarang ini saya lebih suka ke etnik seperti Sting dan musisi lain
yang berkolaborasi dengan musisi daerah lah.
Mungkin seperti Balawan dan Batuan Etnic Fusion?
Ya benar..... mungkin seperti itu. Saya memang pengen sesuatu yang laen. Kita memainkan hard rock pengennya cari
improvisasi juga pengennya yang lain. Kalau dulu kan blues, nah kalo sekarang pinginnya yang etnik.
Seandainya ada yang menawarkan mas Ian untuk bikin album solo gitar yang mayoritas lagu-lagunya instrumental gitar seperti
Dewa Budjana, Kiki Noval, Tohpati, Balawan, dll, apakah mas Ian tertarik?
Oh, jelas. Kalau ada yang berani mengedarkan saya akan sangat berterima kasih sekali karena saya sudah menyiapkan 3 lagu.
Apa yang mau mas Ian tawarkan seandainya project album solo gitarnya jadi?
Kalau 3 lagu yang sudah saya buat itu.... etnik. Rock tetep, beatnya tetep rock, cuma notasi dalam improvisasinya sudah
bukan blues. Mas ini maen gitar juga?
Saya kebetulan baru belajar.... hehehhe......
Kalau disuruh milih, siapa sih gitaris luar negeri yang mas Ian ingin lihat konsernya di Indonesia?
Hmmmm..... kalau dulu saya pernah main sepanggung sama Steve Vai di Malaysia, cuma yang baru sekarang saya ingin lihat itu
gitarisnya Dream Theater itu....
John Petrucci?
Ya! Itu saya baru pernah lihat nonton rekamannya saja. Karena dia dasarnya kan dari klasik, jadi saya pengen lihat dia
dipanggungnya bisa sama nggak kayak yang di rekaman.
Berarti mas Ian sebenarnya memang penggemar John Petrucci?
He eh.... sangat.
Sudah nonton DVD G3 yang ada Petruccinya?
Nggak, saya lihatnya yang dia main sama Dream Theater. Karena itu kesenangannya anak saya juga, jadi setiap dia nonton saya
selalu ikut lihat.
Hahahha, enak ya punya anak yang sehobi?
Iya, karena kebetulan anak saya di dunia itu juga, jadi apa yang lagi rame saya bisa ikutin lewat dia. Mungkin kalo saya
nggak punya anak yang begitu saya mungkin sudah ketinggalan karena mau beli kaset juga males.
Kenapa musik kita selalu ketinggalan satu langkah dengan musisi luar, dalam arti kita selalu mengekor musisi luar, sedangkan
Jepang, Jamaica, dan negara lain sudah bisa eksis dengan style musiknya?
Ya karena di Indonesia kan kalau kita belajar musik rock, itu kan musik orang (luar negeri -red-). Jadi apa yang kita
pelajarin mau nggak mau kita kebawa sama orang sana. Orang maen metal kita maen metal, orang maen klasik rock kita maen
klasik rock ya selamanya akan begitu. Kecuali kita menggali budaya kita sendiri seperti mengadaptasi musik dari Bali atau
daerah lain, nah itu yang kita bisa duluin dari orang sana. Ya walaupun masyarakat sini akan bilang norak, cuma orang luar
kalo denger yang seperti itu kan kaget dan berpikir "koq di negara saya ga ada ya?".
Jadi bukan kita mau bernorak-norak dengan mainin musik tradisional, cuma gaya-gaya notasi dan ritme-ritmenya kan orang luar
nggak punya. Selama kita masih belajar dari luar dan bikin album cuma dengan sedikit pengembangan dari sana ya selamanya
akan ketinggalan.
OK, terima kasih banyak mas Ian atas wawancaranya, sorry ganggu acara makannya. hehehe, kapan-kapan main-main ke
Gitaris.com ya.... banyak penggemarnya disitu
Ya... ok...
Begitulah tadi interview singkat kita dengan mas Ian Antono, beliau nggak bisa lama-lama karena masih harus makan dan
melanjutkan interview ke stasiun radio.
Btw, sebenernya setelah obrolan buat interview ini saya dan mas Ian sempet ngobrol cukup lama dan makan bareng satu meja,
tapi isi obrolannya agak-agak secret hehehe
Terima kasih untuk :
- mas Ian Antono atas kesempatannya
- Jimi dari Gong Entertaint atas jadwal wawancaranya
- Seven Resto yang sudah menyediakan tempat dan makanan gratis
- Sonni atas fotonya
- Angga atas transportasinya
Untuk profil Ian Antono, silahkan kunjungi Profil Ian Antono
Click di sini untuk melihat wawancara lainnya!
|