Jakarta, 20 Jan 2003
PAY SIBURIAN
"Wawancara dengan gitaris BIP (ex-Slank)"
Wawancara kali ini diisi oleh Pay
Siburian dari rock band BIP yang telah merelease 2 album laris
yakni "Turun dari langit" dan "Min Plus". Pay juga terpilih
sebagai salah satu gitaris yang tampil di album Gitar Klinik
dan jam session bersama Andy Timmons di Hard Rock Cafe
Jakarta. Pay sedang berada di studionya ketika dihubungi staff
Gitaris.com.
Berikut wawancara Pay bersama Maysan dan
Wiwik Wibowo dari Gitaris.com:
Halo Pay! Bisa
ceritakan awal karir Anda bermusik? Dari awal saya
sudah mulai jadi player... ngisi-ngisi aja. Saya bukan
arranger, saya player saja. Slank sendiri sudah mulai dari
tahun 1988, saya masuk Slank pada tahun 1989. Kemudian saya
kenal dengan beberapa produser dan coba-coba nawarin demonya
Slank, akhirnya ketemu dan Slank diambil. Tahun 1990 Slank
mulai rekaman.
Kapan Pay mulai belajar bermain
gitar? Sejak SD kelas 4 saya sudah main.
Setelah Anda tamat sekolah apakah Anda mempunyai
kegiatan lain? Saya sekolah malah ngga selesai nih :))
SMA kelas 3 saya tidak terusin udah berantakan sekali karena
saya banyak ngeband sana sini, ujian saya tinggalin. Waktu itu
saya lagi senang-senangnya dengan musik.
Pada masa
itu Pay sendiri pernah terobsesi tidak, ingin menjadi
siapa? Steve Vai kali yah.. ketika tahun 88-89 Vai
masih bersama David Lee Roth.
Pada masa itu apakah
Anda sering membawakan lagu-lagu idola Anda? Ya, saya
suka membawakan lagu-lagu Van Halen!
Lagu-lagu
tersebut kebanyakan Anda bawakan di mana? Sebelum
Slank, kita sering bawakan lagu-;agu tersebut di
kampus-kampus, SMA-SMA atau acara-acara biasa.
Apa
yang membuat Anda serius dengan profesi ini? Hm.. itu
mengalir begitu saja sih yah.. saya merasa nikmat sekali main
gitar itu, saya tidak pernah berpikir entarnya harus bagaimana
:). Yang jelas waktu itu gua latihan, gua ngulik terus sampai
sekarang ini.
Sejak kapan Anda merasa nyaman dengan
kemahiran Anda dalam bermain? Misalnya sampai Anda bisa
improvisasi blues dan sebagainya? Itu banyak faktor sih
ya, misalnya dari banyak nge-jam atau pengalaman batin (soul).
Secara teknis sih mungkin banyak gitaris yang bisa main,
tetapi begitu ngeband koq ngga asyik. Jadi sebagai gitaris
kita itu jangan terlena untuk main seperti gitaris lain,
cobalah untuk bermain dengan gaya sendiri. Ada saatnya di mana
kita harus melepaskan idola kita dan kapan kita mendapatkan
jati diri kita.
Sejak kapan Anda tidak memainkan
lagu orang lain lagi? Sejak saya pertama rekaman
bersama Slank, sejak orang lain bisa menerima permainan saya.
Sejak itu saya tidak pernah lagi membawakan lagu orang lain.
Kita sangat konsekwen sekali dalam membawakan lagu kita
sendiri. Kalau kita tidak bawain, masa kita mengharap orang
lain yang mau membawain? :)
Ketika Pay membawakan
lagu orang lain, apakah Pay itu main seperti lagu aslinya atau
kebanyakan diimprovisasi? Nah itu :) Setiap kali ngulik
sih ngga pernah terlalu dapat, perasaan gua :) Jadi banyak di
tengahnya ngarang gitu :) Memang kadang-kadang susah banget
aslinya hahaha. Dulu itu kan belum seperti sekarang, kaset VHS
aja banyak banget kan... ada buku, video, dan sbgnya. Itu
kaset sampai bulug kali saya bolak balik terus.. :))
Kalau kita perhatiin permainan Anda agresif dan
bagus sekali ketika di album Slank yg pertama baik dari segi
teknik maupun dari sisi lainnya. Saya pribadi sih lebih
senang album Slank yang ke-4 (Generasi Biru) yah. Di album
pertama itu saya masih cari-cari ciri dan warna saya sendiri.
Album terakhir lebih ke musikalitas. Untuk sekarang ini,
teknik itu mungkin perlu .. tapi bukan hanya itu yang saya
andalkan.
Sebelum Anda bergabung dengan Slank,
apakah pernah ada kendala dengan profesi Anda sebagai
gitaris? Ketika itu sebagai anak muda yang masih polos
banget, saya belum kepikir atau takut. Soalnya waktu itu belum
ada contoh seseorang yang berprofesi sebagai gitaris dan
sukses, mas Ian Antono sendiri waktu itu juga belum apa-apa.
Kadang-kadang saya sempetin ngajar ke beberapa murid untuk
senar atau apa gitu.
Kebanyakan mas Pay itu lebih
sering mengajar di Sekolah Musik atau privat? Ya,
semacam itulah bisa dikatakan dari teman ke teman. Kalau
sekolah musik belum pernah dan ngga tahu gimana caranya.
Kami denger-denger mas Pay ini otodidak
yah? Banget banget...
Menurut Anda teori
musik itu wajib ngga sih untuk semua gitaris, terutama
pemula? Teknis itu perlu, teori itu perlu... tapi bukan
cuman itu. Teori itu kan hanya mempermudah.... namanya musik
kalau kita main itu enak didenger kenapa ngga?
Untuk seorang gitaris pemula, dengan hanya
mengandalkan feeling tanpa kemampuan teknis apakah
bisa? Coba kalau Anda berfikir secara orisinilitas,
mungkin dia tidak belajar dengan teknik yang ada tetapi dia
mempunyai cara tersendiri, walaupun mungkin agak melawan arus.
Itu bisa dikatakan sebagai bakat, jadi teknik yang ada ini
membuat kita itu sama saja dengan yang sudah ada. Misalnya
skill yang sama atau cara vibra yang sama atau cara main yang
benar... sebenarnya yang bener itu tidak ada, itu relatif
sekali.
Selama ini ada tidak musisi Indonesia yang
turut membantu atau menjadi sahabat Anda? atau saling berbagi
ilmu? Edi Kemput kali yah... kebetulan waktu itu Bimbim
dan Rere (drummer Grass Rock) suka latihan di Potlot. Jadi
kadang-kadang saya suka melihat permainan Edi.
Hm
berarti pergaulan sangat dibutuhkan sekali oleh seorang
gitaris yah? Ya, itu dinamakan habitat. Kita harus
sering tukar ilmu dengan teman kita supaya kita tidak mentok
dan berkembang terus. Kita tidak perlu gengsi untuk masalah
itu. Kita tidak perlu menilai siapa yang lebih senior, tetapi
kalau memang ada yang main lebih bagus dari saya, kenapa saya
tidak bertanya kepadanya?
Ketika Anda jam session
bersama Andy Timmons di Hard Rock Cafe, permainan Anda
mengalir dan spontan begitu saja. Apakah ada inspirasi atau
referensi yang membuat Anda dapat bermain seperti
itu? Referensi sih wajib yah, tetapi untuk bermain rock
yang basic banget itu blues yah... blues tuh no.1 kalau mau
jadi pemain gitar. Di mana kita perlu nge-jam spontan.
Sebenarnya sejak kapan mas Pay itu merasa bisa main
blues? Kalau saya mungkin terbalik yah, kalau di luar
negeri kan blues menjadi basic yah... baru mereka mempelajari
yang sulit-sulit. Kalau saya waktu itu udah belajar ke
mana-mana, habis itu baru belajar blues. Tetapi ngga apa-apa,
yang penting saya masih belajar. Waktu itu yang saya tahu main
bluesnya bagus... itu pemain bass saya si Bongky,
kadang-kadang kalau kita nge-jam berdua saya merasa anjrit nih
orang, mainnya jago banget. Waktu itu saya masih banyak main
lagu orang lain :)
Pernah tidak Pay merasa ingin
menjadi Shredder seperti Yngwie gitu? Pernah donk,
tetapi untuk sekarang ini tidak terlalu ya karena waktu itu
kan ada Vai, Yngwie segala yah. Sekarang ini saya lebih ke
musikalitas.
Mas Pay sendiri ada rencana untuk
bikin solo album instrumental? Hm tidak sih, saya tidak
sehebat itu. Untuk saat ini tidak ingin menjadi gitaris yang
terlalu bagaimana, yang penting orang bisa menilai saya dari
musikalitas. Dari membuat sebuah lagu menjadi asyik didenger
orang.
Sejak kapan sih fans Anda mulai
memperhatikan permainan Anda atau sadar akan kelebihan dari
permainan Anda? Mungkin sejak album Slank atau
BIP? Kita akan mulai merasa begitu kalau sudah menulis
lagu sendiri, sejak kita melepas semua atribut2 itu dan
menjadi diri kita sendiri. Dari situ saya merasakan fans saya
mulai memperhatikan permainan saya. Kalau saya sendiri saya
tidak mau terbatas dengan misalnya saya main dangdut, dangdut
aja. Karena yang saya anggap soul itu bukan musiknya... cara
mengekspresinya ini .... saya main musik jazz atau rock,
expresi itu versi gua.
Sebenarnya porsi Pay itu
untuk lagu dan solo gitarnya berapa persen? Sebenarnya
ini kerja 1 team yah... banyak sih waktu karena saya pemain
gitar... banyak chord dasar itu dari saya dan nanti
pengembangannya bareng-bareng.
Proses pembuatan
lagu ketika Anda di Slank dan sekarang ini sudah berbeda jauh
tidak? Tidak, itu masih kebawa. Kita bikin lagu tidak
pernah direncanain terlebih dahulu, kita merem datang sendiri,
tidak punya materi apa2 .. ngarang di tempat.. jadi.. begitu
aja. Bisa di mana saja, di rumah bisa, di studio bisa..
spontan saja.
Kita sering denger 1 band bisa
ngumpul bareng-bareng dan lantas bisa tiba-tiba bikin
lagu... Itu dari jam terbang mungkin yah .. memang saya
sejak main gitar itu udah mulai ngejam-ngejam .. ngarang2
walaupun berantakan.. waktu itu yakin aja gitu.
Pay
sendiri punya solo gitar favorit tidak dari lagu Slank atau
BIP? Mungkin banyak di album ke-4 kali yah? Judulnya
Hey...Bung!
Mas Pay bisa dibilang kolektor gitar
tidak? Dulu pernah, tapi sekarang tidak lagi... saya
dulu pernah kena drugs sampai saya jualin semua. Begitu saya
udah sembuh saya mulai dari nol lagi, saya ngumpulin lagi.
Sekarang saya diendorse oleh Ibanez.
Untuk saat ini
Anda memiliki berapa gitar? Sat ini saya punya 4 buah
gitar. 2 bh gitar Ibanez, 1 bh Fender & 1 bh Telecaster.
Saya pernah melihat Anda mengunakan Ibanez Reb
Beach Model, apakah gitar ini masih Anda pakai? Ya,
masih.
Ketika Anda merekam lagu "Ke Rumah Kak
Butet" di album Gitar Klinik, gitar apa yang Anda
gunakan? Wah waktu itu saya tidak punya gitar, kalau
tidak salah saya malah pinjam. :)
Bagaimana
ceritanya Anda bisa diundang untuk main di Gitar Klinik?
Apakah ada seleksi terlebih dahulu untuk main di album
itu? Hm.. itu dari Irfan yang kontak saya, dia bilang
kita rame-rame yuk bikin Gitar Klinik, ada Eet dan lain-lain.
Tidak ada seleksi.
Menurut Anda gitaris Indonesia
yang mainnya paling OK siapa? Eet donk! Mungkin cuman
Eet dan Edy Kemput saja yah. :)
Mengapa Anda
memilih mas Eet dan Edy Kemput? Mungkin punya alasan
tertentu? Karena menurut saya nada yang Eet pilih bagus
sekali, nusuk ke jantung gitu lho. Apalagi waktu saya lagi
demen-demen lagu yang beatnya keras, soundnya dia dapat...
semuanya deh!! pas banget buat saya. :) Kalau Edy Kemput, not
dia yang mainin aneh-aneh deh.
Apakah Anda cukup
senang dgn perkembangan musik saat ini? Saya rasa,
kalau seru sih lebih seru dulu yah? Sekarang tuh mungkin orang
lebih nyantai mainnya, lebih simple.
Kira-kira di
zaman apa itu yang Anda maksud seru? Zamannya Hard
Rock, waktu itu orang lebih usaha mau jadi pemain band...
gimana dulu baru bisa :) Dibandingkan dengan dulu itu,
tantangannya lebih berat. Kalau yang sekarang itu lebih
instant, lebih cepat naik lebih cepat hilang...
Menurut Anda permainan Anda lebih terpengaruh
gitaris mana? Kalau kami denger dari lagu yang ada di album
Gitar Klinik sepertinya Anda sangat terpengaruh dgn permainan
Joe Satriani? Iya sih, saya suka banget sama dia! Juga
Michael Lee Firkins, seperti di album Gitar Klinik itu saya
ada main slide cuman tidak menggunakan slide tetapi tremolo.
Bagaimana rasa Anda ketika Anda bermain bersama Eet
dan Ian Antono? Waktu itu saya sempat bangga, saya
kirain Ali Akbar mengajak saya itu hanya bercanda-canda saja.
Ternyata jadi, saya sempat panik juga :) Pembuatan musik untuk
acara itu malah dibebanin ke saya, akhirnya saya buatin juga.
:) Mas Eet sempat mengubah chord progresi yang saya buat
ketika itu, berhubung chord yang saya buatin itu kurang enak
buat solo dia! :)
Mengenai sound yang gunakan
ketika pertama kali rekaman dengan Slank, apakah Anda
menemukan kesulitan? mengingat sound gitar selalu beda antara
main live dgn rekaman? Kebetulan studio yang kami
gunakan itu komplit sekali, mereka punya satu efek namanya
Rocktron yang simulasinya jika dimasukin ke mixer, bunyinya
seperti ditodong dari mic. Waktu itu gitar yang saya pakai
juga dari studio tersebut, saya sendiri malah tidak bawa
gitar.
Kira-kira berapa lama yang Anda butuhkan
untuk mendapatkan sound yang Anda inginkan ketika rekaman
pertama slank itu? Apakah sampai berhari-hari? Tidak
sampai berhari-hari, kebetulan Rocktron itu simple dan mudah
sekali digunakan.
Mengingat toko musik di Indonesia
tidak menjual semua produk yang ada. Apakah untuk mencari
perlengkapan yang Anda butuhkan, Anda harus mengunjungi semua
toko musik yang ada? Misalnya cari sound effect atau
amplifier? Tidak, saya hanya masuk 1 toko, begitu saya
test ok, jadi deh!
Perlengkapan musik apa yang
sedang Anda gunakan saat ini? Untuk amplifier saya
pakai Laney, untuk effect: Marshall, untuk gitar memang dari
dulu saya cocoknya pakai Ibanez dan saya memang diendorse oleh
BNG (Distributor Ibanez untuk Indonesia).
Untuk
amplifier Laney, apakah memang sesuai dengan Anda atau hanya
karena Anda diendorse oleh BNG? Kebetulan sound yang
saya inginkan itu, bisa saya temukan di amplifier Laney tsb.
Menurut Anda studio di Indonesia yang benar-benar
bagus itu ada di mana? Menurut saya yang bagus itu
cuman studio baru Aquarius, menurut saya itu udah bagus
banget, pantes menjadi idaman semua orang Indonesia. Kebetulan
saya juga rekaman di situ.
Kami denger Anda pernah
mengisi lagu Nicky Astria dan Deddy Dorres. Apakah dari
produser meminta Anda harus bermain sesuai dengan trend atau
diberi kebebasan sepenuhnya? Mereka kasih saya
musiknya, saya biasanya beri mereka pilihan. Kecuali saya
bikin solo album.
Sebagai seorang player, apakah
pernah merasa dunia Internet itu membantu kegiatan
Anda? Tentu saja, kadang-kadang saya suka browsing ke
website Joe Satriani (satriani.com), saya ingin lihat dia
pakai perlengkapan apa saja. Kebetulan dia juga ada album
dengan judul "Strange Beautiful Music", album favorit Joe
Satriani saya adalah album lamanya: "Surfing With The Alien".
Apakah Anda sudah berkeluarga? Tentu saja
sudah. Kebetulan istri saya itu penyanyi :)
Apakah
Anda mempunyai kerutinan latihan setiap hari? Tentu
saja, saya hampir setiap hari mengarang lagu dengan berbagai
gaya musik. Kadang-kadang saya sempetin juga fingering untuk
melemaskan jari, minimal 2-3 jam per hari deh.
Untuk proses pembuatan lagu apakah Anda juga
menggunakan computer/MIDI seperti halnya gitaris modern
lainnya? Saya memang setiap harinya bermain dengan
computer... untuk perekaman dan editing saya menggunakan
software Protoors.
Bagaimana kebebasan setiap
personil BIP dalam menciptakan lagu? Sebebas-bebasnya,
asal lagu yang tersebut enak saja. That's OK.
Sejauh ini Anda pernah manggung di manca negara?
Dan bagaimana respon mereka? Pernah, di Malaysia.
Respon mereka asyik deh... ada beberapa yang sudah kenal dan
ada beberapa dari mereka yang memang mengikuti Slank. Waktu
itu kami memang sedang mempromosikan album BIP.
Ok,
terima kasih atas wawancaranya, Pay! Thanks a lot!
:) Ok, sama-sama! :)
Untuk profil Pay, silakan
kunjungi: http://gitaris.com/PaySiburian.p
Terima kasih kepada Eki Lamoh atas bantuannya -
Gitaris.com
Click di sini untuk
melihat wawancara lainnya!
|