AnekaBunga.com - Pesan Bunga Online!



Seluruh Website:

Berdasarkan Nama Gitaris:

Sponsorship
Dapatkan Majalah Gitar Plus di toko buku terdekat Anda!



Pasang Iklan Anda Di Sini! Hanya Rp.399.000/bulan

Delta Musik

The one and only place for Serious Musicians!

PERHATIAN:
Dukung musisi lokal dengan membeli rekaman asli mereka!

Hentikan pembelian kaset/CD bajakan!


Sponsored by TechScape.co.id
Techscape Communications (Hosting)

Dapatkan Kaos dan sticker asli Gitaris.com melalui pengedar resmi merchandise Gitaris.com, KLIK gambar dibawah ini :
Pedal Distorsi/Overdrive Favorit Anda?
Tonebone Hot British
Damage Control Demonizer
Boss DS-1
Line 6 Uber Metal
Tonebone Classic
Ibanez TS808
Ibanez TS9
MXR Dime
DOD YJM
Marshall Jackhammer
Sansamp GT2
Seymour Duncan SFX03
 

Hasil Voting Sebelumnya
privacy statement

MEMBUAT DAISY CHAIN SENDIRI




Oleh : Daniel (Seventh String) (daniel_subscribe @ telkom.net)


PENDAHULUAN
Kali ini kita akan membuat suatu barang yang disebut ”daisy chain” (tidak ada hubungannya dengan daisy duck :D). Filosofi kata “daisy” ini sendiri digunakan karena bentuknya yang mirip bunga bernama daisy, dimana bunga tersebut tumbuhnya saling berangkai antara satu dengan lainnya.


APA FUNGSI DAISY CHAIN?
Daisy chain berfungsi untuk membagi supply arus listrik dan mengalirkannya dari satu tempat ke tempat lain, prinsip dasarnya adalah serangkaian kabel yang dihubungkan seara paralel, contohnya bila anda pernah membuka CPU komputer anda, pasti di dalamnya ada kabel dari power supply ke suatu device, misalnya ke harddisk atau CDROM untuk memenuhi kebutuhan arus listrik device tersebut, dan tekadang kabel2 itu dicabangkan satu sama lain ke device yang berdekatan sehingga tidak perlu lagi menarik kabel yang panjang dari power supply, seperti itulah cara kerja daisy chain. Di dalam dunia pergitaran (perstompboxan tepatnya :D), daisy chain ini juga dipergunakan untuk mensupply banyak stompbox dengan satu sumber power supply (misalnya: adaptor), sehingga kita tidak perlu sampai harus menggunakan satu adaptor untuk satu stompbox (kecuali stompbox tertentu) ataupun harus menggunakan banyak batere apabila stompbox yang kita miliki ada banyak.

Jadi, mari kita langsung saja membuatnya...


SEDIKIT TAMBAHAN
Pertama-tama saya ini bukan ahli elektronika ataupun kuliah tentang elektronika, meskipun demikian, maksud saya menulis artikel ini adalah semata – mata membagi pengalaman saya yg "nekat" membuat kabel ini dan sudah berhasil. Jadi, kalau ada kesalahan mohon dimaafkan dan dikoreksi :)

Sebelum kita terus lebih lanjut, saya harap anda mengerti sebelumnya bagaimana menghitung kebutuhan total arus dan kapasitas arus dari power supply yang hendak digunakan, bila tidak, sebaiknya anda membaca review tentang itu, misalnya di website Sardo (Dogie Revolt), di sana dijelaskan panjang lebar tentang memilih adaptor dan menghitung kebutuhan arus, sehingga tidak sampai terjadi kerusakan pada alat – alat anda.


PERALATAN
1. Solder dan timahnya
2. Gunting/silet/pemotong
3. Penggaris (untuk mengukur panjang kabel)
4. Multimeter (sebaiknya punya, boleh yang analog maupun digital)


BAHAN
1. Kabel (tentu saja!), panjangnya sesuai kebutuhan
Kabel yang saya gunakan di sini adalah kabel listrik dengan dua konduktor warna merah dan hitam, kenapa harus warna merah dan hitam? Tidak ada alasan khusus, kalaupun anda mungkin menemukan warna lain, kuning dan hijau misalnya, tidak menjadi masalah, perbedaan warna ini hanya untuk memudahkan pengerjaan kita saja, sebab bila kita menggunakan warna yang sama kita akan kerepotan pada saat pemasangan nanti. Kalaupun anda memaksa menggunakan warna yang sama, tidak menjadi masalah juga, yang penting anda nanti tidak sampai terbalik waktu memasang :).
Kemudian ukuran lebar kabel sebaiknya jangan terlalu besar agar kabel dapat masuk ke selongsongan adapter jack (Ingat, kita akan memasukkan dua pasang konduktor kabel ke dalamnya)

Daisy Chain

2. Adapter jack (atau bilang saja colokan adaptor), jumlahnya sesuai jumlah stompbox
Ada beberapa macam colokan adaptor yang umum digunakan pada stompboxes, misalnya:
- Male adapter jack (seperti colokan earphone pada portable player)
- Female adapter jack
Female adapter jack yang saya temui di toko ada 2 macam bahan, yang pertama berbahan plastik seperti foto di bawah ini, yang kedua berbahan ebonit, maaf saya tidak punya fotonya :(

Daisy Chain

- 9v battery adapter
Pengguna stompbox pasti sudah sering melihatnya, bentuknya pipih dan gunanya untuk menancapkan batere kotak (batere 9v). Colokan ini bisa kita gunakan juga dalam rangkaian daisy chain apabila ada stompbox yang tidak mempunyai colokan adaptor dan hanya dapat menggunakan batere

Untuk contoh kali ini saya akan menggunakan female adapter jack karena colokan inilah yang paling sering ditemui pada stompbox, kemudian saya menggunakan yang berbahan plastik, karena lubang selongsongannya lebih besar sehingga kabel dapat masuk :p

3. Adapter jack converter, satu buah saja.
Fungsinya adalah untuk menancapkan female adapter yang umumnya ditemui pada adaptor dan kita akan meletakkannya di ujung awal kabel daisy chain. Saya tidak akan menjelaskan panjang lebar, semoga foto – foto berikut ini dapat memberikan gambaran :)

Daisy Chain Daisy Chain

Apabila colokan adaptor anda berbeda, maka anda harus menggunakan konverter lain yang sesuai, misalnya bila kita menggunakan pembagi arus pada stompbox NS2, maka kita ujung konverter ini ganti dengan female adapter jack.

Kenapa tidak langsung saja memotong kabel adaptor tersebut kemudian disambungkan ke daisy chain?
Kalau mau seperti itu sih sah - sah saja, hanya saja saya tidak menganjurkannya, alasannya: kita akan kesulitan apabila suatu hari nanti kita hendak mengganti adaptor tersebut dengan adaptor lain (misalnya yang kapasitasnya lebih besar), sedangkan bila menggunakan konverter maka kita tinggal mencabutnya dan menancapkannya ke adaptor lainnya, jadi lebih baik repot sekarang tapi mudah nantinya.


LANGKAH – LANGKAH PENGERJAAN
1. Ukur terlebih dahulu, berapa jarak yang diperlukan dari satu colokan ke colokan yang lain (Ingat! Termasuk juga panjang colokan adaptor), lalu sebaiknya berikan tambahan beberapa sentimeter pada kabel tersebut untuk berjaga – jaga.agar kabel tersebut tidak terlalu pendek.
2. Potong kabel – kabel yang sudah diukur tadi dan kupas ujung kabel yang hendak disolder sehingga serabutnya muncul.
3. Buka dulu selongsongan dari colokan adaptor dan konverter lalu masukkan ke dalam kabel sebelum disolder.
4. Solder dahulu konverternya
Pada gambar di bawah saya beri tanda A dan B, dimana A adalah yang terhubung di bagian dalam (kabel warna merah) dan B adalah yang terhubung di bagian luar (kabel warna hitam)

Daisy Chain Daisy Chain

5. Solder colokan adaptor, prinsipnya juga sama, tanda A adalah bagian dalam dan B adalah bagian luar.

Daisy Chain

Pertemukan dua pasang kabel, yang merah dengan merah dan hitam dengan hitam (karena itulah disebut paralel), lalu solder seperti tadi dan pastikan kabel merah dan hitam tidak sampai bersinggungan.
(Sekali lagi, jangan lupa masukkan selongsongnya terlebih dahulu sebelum disolder :p)

Daisy Chain

Pada rangkaian yang terakhir, karena kabel tersebut tidak berpasangan lagi, maka cukup menyolder kabel tersebut dengan posisi yang sama hanya tanpa pasangannya.

Catatan: Posisi kabel dapat dibalik bila diperlukan, misalnya untuk stompbox yang menggunakan polaritas terbalik, akan tetapi jangan lupa memberi tanda pada colokan adaptor tersebut agar tidak sampai tertukar dengan colokan adptor lainnya yang polaritasnya berbeda.

6. Langkah terakhir adalah melakukan pengetesan (menggunakan multimeter), yang perlu dites adalah memastikan bagian dalam (A) terhubung dengan bagian dalam yang lain, bagian luar (B) terhubung dengan bagian luar yang lain, kemudian pastikan bahwa tidak ada satupun bagian dalam (A) yang terhubung dengan bagian luar (B), agar tidak terjadi hubungan pendek (korsleting).


HASIL
Nah! Setelah semua kabel selesai dirangkai dan dites, hasilnya kurang lebih seperti gambar berikut.

Daisy Chain

Bisa juga diberi velcro agar kabel tersebut tidak kusut pada waktu digulung.

Selamat mencoba.

GBU.



Tips-tips lainnya...





 Review buku Dewa Budjana, Gitarku: hidupku, kekasihku... Click HERE.

 Scan artikel gathering anggota Gitaris.com Regional Yogyakarta di harian Kompas... Click HERE.

 Tips menjadi gitaris yang bisa survive di industri musik... Click HERE.

 Jam Kontes Gitaris.com sedang dalam tahap penjurian... Click HERE.

 Review penampilan Bernard B2n di Singapura... Click HERE.

 Interview eksklusif Diaz dengan Barry Likumahuwa, salah satu artis dalam Bass Heroes... Click HERE.

Compuworld



Nuansa Musik

Pasang Iklan Anda Di Sini! Hanya Rp.399.000/bulan

Aneka Bunga - Pesan Bunga Online!

Bluesy Studio


 Gitaris.Com di Media Massa... Click HERE.

 Panduan mendownload file video dari Youtube.com... Click HERE

 Interview dengan Eet dan Prisa menjelang show Edane di PRJ... Click HERE.

 Artikel Instruction Elektronik, Lebih jauh dengan elektronik pada gitar electric, beserta instruksi instalasi sederhana... Click HERE.

 Pembahasan karakter efek, seperti compressor, wah, EQ, dsb.. Click HERE.


Mailing List
Forum Gitaris.com
Demo Anggota
Gitaris.com on media
Jerry C
Jemmy Amadeo
Mido Amadeo
Barry Likumahuwa
Shawn Lane
Scott Henderson
Kiki Noval
Irfan Aulia
Mick Thompson
Pat Metheny
Jopie Item
Endah Widiastuti
Tashea Delaney
Adnil
Michael Thompson
Reb Beach
Andy Owen
Warren Demartini
Pete Lesperance
Bernard B2n
Profil Anggota Gitaris.com
Setup Gitar
Jasa Servis Gitar
List Rental Studio
List Toko Gitar
 
user name
@gitaris.net
password
Lost Password?
New user? Sign Up!
 

INFO - MULTIMEDIA - COMMUNITY - GEAR - INSTRUCTION - EXTRA

Hak Cipta © 2001-2005 Gitaris.com. Dikelola oleh webmaster resmi Marty Friedman, sukarelawan Gitaris.com dan didukung sepenuhnya oleh Eet Sjahranie. Tampilan terbaik pada resolusi 1024 x 768.