|
MEMBUAT DAISY CHAIN SENDIRI
Oleh : Daniel (Seventh String) (daniel_subscribe @ telkom.net)
PENDAHULUAN
Kali ini kita akan membuat suatu barang yang disebut ”daisy chain” (tidak ada hubungannya dengan daisy duck :D). Filosofi
kata “daisy” ini sendiri digunakan karena bentuknya yang mirip bunga bernama daisy, dimana bunga tersebut tumbuhnya saling
berangkai antara satu dengan lainnya.
APA FUNGSI DAISY CHAIN?
Daisy chain berfungsi untuk membagi supply arus listrik dan mengalirkannya dari satu tempat ke tempat lain, prinsip dasarnya
adalah serangkaian kabel yang dihubungkan seara paralel, contohnya bila anda pernah membuka CPU komputer anda, pasti di
dalamnya ada kabel dari power supply ke suatu device, misalnya ke harddisk atau CDROM untuk memenuhi kebutuhan arus listrik
device tersebut, dan tekadang kabel2 itu dicabangkan satu sama lain ke device yang berdekatan sehingga tidak perlu lagi
menarik kabel yang panjang dari power supply, seperti itulah cara kerja daisy chain. Di dalam dunia pergitaran
(perstompboxan tepatnya :D), daisy chain ini juga dipergunakan untuk mensupply banyak stompbox dengan satu sumber power
supply (misalnya: adaptor), sehingga kita tidak perlu sampai harus menggunakan satu adaptor untuk satu stompbox (kecuali
stompbox tertentu) ataupun harus menggunakan banyak batere apabila stompbox yang kita miliki ada banyak.
Jadi, mari kita langsung saja membuatnya...
SEDIKIT TAMBAHAN
Pertama-tama saya ini bukan ahli elektronika ataupun kuliah tentang elektronika, meskipun demikian, maksud saya menulis
artikel ini adalah semata – mata membagi pengalaman saya yg "nekat" membuat kabel ini dan sudah berhasil. Jadi, kalau ada
kesalahan mohon dimaafkan dan dikoreksi :)
Sebelum kita terus lebih lanjut, saya harap anda mengerti sebelumnya bagaimana menghitung kebutuhan total arus dan kapasitas
arus dari power supply yang hendak digunakan, bila tidak, sebaiknya anda membaca review tentang itu, misalnya di website
Sardo (Dogie Revolt), di sana dijelaskan panjang lebar tentang
memilih adaptor dan menghitung kebutuhan arus, sehingga tidak sampai terjadi kerusakan pada alat – alat anda.
PERALATAN
1. Solder dan timahnya
2. Gunting/silet/pemotong
3. Penggaris (untuk mengukur panjang kabel)
4. Multimeter (sebaiknya punya, boleh yang analog maupun digital)
BAHAN
1. Kabel (tentu saja!), panjangnya sesuai kebutuhan
Kabel yang saya gunakan di sini adalah kabel listrik dengan dua konduktor warna merah dan hitam, kenapa harus warna merah
dan hitam? Tidak ada alasan khusus, kalaupun anda mungkin menemukan warna lain, kuning dan hijau misalnya, tidak menjadi
masalah, perbedaan warna ini hanya untuk memudahkan pengerjaan kita saja, sebab bila kita menggunakan warna yang sama kita
akan kerepotan pada saat pemasangan nanti. Kalaupun anda memaksa menggunakan warna yang sama, tidak menjadi masalah juga,
yang penting anda nanti tidak sampai terbalik waktu memasang :).
Kemudian ukuran lebar kabel sebaiknya jangan terlalu besar agar kabel dapat masuk ke selongsongan adapter jack (Ingat, kita
akan memasukkan dua pasang konduktor kabel ke dalamnya)

2. Adapter jack (atau bilang saja colokan adaptor), jumlahnya sesuai jumlah stompbox
Ada beberapa macam colokan adaptor yang umum digunakan pada stompboxes, misalnya:
- Male adapter jack (seperti colokan earphone pada portable player)
- Female adapter jack
Female adapter jack yang saya temui di toko ada 2 macam bahan, yang pertama berbahan plastik seperti foto di bawah ini, yang
kedua berbahan ebonit, maaf saya tidak punya fotonya :(

- 9v battery adapter
Pengguna stompbox pasti sudah sering melihatnya, bentuknya pipih dan gunanya untuk menancapkan batere kotak (batere 9v).
Colokan ini bisa kita gunakan juga dalam rangkaian daisy chain apabila ada stompbox yang tidak mempunyai colokan adaptor
dan hanya dapat menggunakan batere
Untuk contoh kali ini saya akan menggunakan female adapter jack karena colokan inilah yang paling sering ditemui pada
stompbox, kemudian saya menggunakan yang berbahan plastik, karena lubang selongsongannya lebih besar sehingga kabel dapat
masuk :p
3. Adapter jack converter, satu buah saja.
Fungsinya adalah untuk menancapkan female adapter yang umumnya ditemui pada adaptor dan kita akan meletakkannya di ujung
awal kabel daisy chain. Saya tidak akan menjelaskan panjang lebar, semoga foto – foto berikut ini dapat memberikan gambaran :)
Apabila colokan adaptor anda berbeda, maka anda harus menggunakan konverter lain yang sesuai, misalnya bila kita menggunakan
pembagi arus pada stompbox NS2, maka kita ujung konverter ini ganti dengan female adapter jack.
Kenapa tidak langsung saja memotong kabel adaptor tersebut kemudian disambungkan ke daisy chain?
Kalau mau seperti itu sih sah - sah saja, hanya saja saya tidak menganjurkannya, alasannya: kita akan kesulitan apabila
suatu hari nanti kita hendak mengganti adaptor tersebut dengan adaptor lain (misalnya yang kapasitasnya lebih besar),
sedangkan bila menggunakan konverter maka kita tinggal mencabutnya dan menancapkannya ke adaptor lainnya, jadi lebih baik
repot sekarang tapi mudah nantinya.
LANGKAH – LANGKAH PENGERJAAN
1. Ukur terlebih dahulu, berapa jarak yang diperlukan dari satu colokan ke colokan yang lain (Ingat! Termasuk juga panjang
colokan adaptor), lalu sebaiknya berikan tambahan beberapa sentimeter pada kabel tersebut untuk berjaga – jaga.agar kabel
tersebut tidak terlalu pendek.
2. Potong kabel – kabel yang sudah diukur tadi dan kupas ujung kabel yang hendak disolder sehingga serabutnya muncul.
3. Buka dulu selongsongan dari colokan adaptor dan konverter lalu masukkan ke dalam kabel sebelum disolder.
4. Solder dahulu konverternya
Pada gambar di bawah saya beri tanda A dan B, dimana A adalah yang terhubung di bagian dalam (kabel warna merah) dan B
adalah yang terhubung di bagian luar (kabel warna hitam)
5. Solder colokan adaptor, prinsipnya juga sama, tanda A adalah bagian dalam dan B adalah bagian luar.

Pertemukan dua pasang kabel, yang merah dengan merah dan hitam dengan hitam (karena itulah disebut paralel), lalu solder
seperti tadi dan pastikan kabel merah dan hitam tidak sampai bersinggungan.
(Sekali lagi, jangan lupa masukkan selongsongnya terlebih dahulu sebelum disolder :p)

Pada rangkaian yang terakhir, karena kabel tersebut tidak berpasangan lagi, maka cukup menyolder kabel tersebut dengan
posisi yang sama hanya tanpa pasangannya.
Catatan: Posisi kabel dapat dibalik bila diperlukan, misalnya untuk stompbox yang menggunakan polaritas terbalik, akan
tetapi jangan lupa memberi tanda pada colokan adaptor tersebut agar tidak sampai tertukar dengan colokan adptor lainnya yang
polaritasnya berbeda.
6. Langkah terakhir adalah melakukan pengetesan (menggunakan multimeter), yang perlu dites adalah memastikan bagian dalam
(A) terhubung dengan bagian dalam yang lain, bagian luar (B) terhubung dengan bagian luar yang lain, kemudian pastikan bahwa
tidak ada satupun bagian dalam (A) yang terhubung dengan bagian luar (B), agar tidak terjadi hubungan pendek (korsleting).
HASIL
Nah! Setelah semua kabel selesai dirangkai dan dites, hasilnya kurang lebih seperti gambar berikut.

Bisa juga diberi velcro agar kabel tersebut tidak kusut pada waktu digulung.
Selamat mencoba.
GBU.
Tips-tips lainnya...
|