|
STEVE MORSE
"Shredder Pengganti Ritchie Blackmore"
Nama Asli : Steven J. Morse
Tempat/Tgl Lahir : Hamilton, Ohio, USA / 28 Juli 1954
Gaya Permainan : Blues & Hard Rock
Group Band Sebelumnya : Kansas, The Plague, Dixie Grit, The Dregs,
Group Band sekarang : Deep Purple, Steve Morse Band
Pengaruh musikal : Deep Purple, Joe Perry, Jimi Hendrix, Jeff Beck, Eric Clapton(Cream),
George Harrison, Eric Johnson, Keith Richards
Gitar Yang Digunakan : custom (body telecaster, neck strat), Ernie Ball Steve Morse model
Ampli : Digitech 2101 , ADATs, Peavey combo amp, Crate combo amp, A Carvin
Vintage head, Peavey Tube head, A Trace Elliot, Marshall, Ampeg V4.
Neuman TLM 170, AKG 414, Shure (57 and beta 57), Shure condensor 81,
Audio Technica,speaker JBL 120's, cabinet open back Carvin
PickUp : (Lima buah pada satu gitar) DiMarzio (neck to bridge): DP-205 Morse
Signature, 20.5K, DP-108 Vintage, Single Coil, 6.0K, Proprietary Custom
Wound, 5.5K, DP-200 Morse Signature, 9.6K
Band pertama Steve adalah The Plague(bersama kakaknya
Dave), setelah remaja ia sekolah di Richmond Academy
di Augusta, di sana lah Steve bertemu dengan Andy
West(yang akhirnya menjadi bassist Dixie Dregs), pada
akhir 60 an Dixie Grit terbentuk, dengan formasi yang
di isi oleh orang-orang yang sangat berbakat yaitu
Steve Morse pada gitar, Andy West pada bass, Johnny
Carr pada keyboard, Frank Brittingham pada vokal/gitar
and kakak steve mengisi posisi drummer. Pada awalnya
Dixie Dregs sering memainkan lagu-lagu Led Zeppelin
dan Cream.
Setelah Dixie Grit bubar, ada dua orang anggotanya
yang masih ingin melanjutkan bermain musik, yaitu
Steve Morse dan Andy West, saat itu hanya mereka yang
tersisa(Dregs) dari band. Aleh karena itulah mereka
menamakan diri mereka Dixie Dregs. Mereka terbentuk
sekitar tahun 1971-1972
Setelah SMA(High School), steve morse (yang seringkali
dihukum karena ia tidak ma memotong rambutnya)
melanjutkan studinya ke University of Miami's School
of Music, yang memiliki reputasi bagus dalam mencetak
musisi amerika saat itu. Beberapa saat kemudian Andy
West juga menyusulnya ke sekolah yang sama.
Di universitas tersebut, Steve memiliki proyek studi
yang merupakan sebuah band bernama Rock Ensemble II,
mereka seringkali tampil di kampus dan menjadi
perhatian orang-orang saat itu. Steve sendiri
mengikuti program jazz tradisional, dengan instrumen
utamanya adalah gitar klasik. Pada masa kuliahnya ini
Steve menjadi panutan dan sangat dikenal di kalangan
mahasiswa sebagai seseorang yang pendiam, dengan
rambut panjang yang pirang, selalu bermain dengan
telecasternya yang ber neck Stratocaster, dan selalu
memindahkan pick upnya saat memainkan lead gitar.
Setelah semua anggotanya selesai kuliah, Rock Ensemble
II mengganti namanya menjadi Dixie Dregs.
Gitar “hybrid” yang digunakan Steve pada masa
kuliahnya tersebut adalah hasil rakitan tangan Steve
sendiri. Ia merakit gitarnya yang terdiri dari body
fender telecaster(ia membuat sendiri pick guardnya),
neck Stratocaster, bridge tune-o-matic Gibson,
tailpiece dari gitar senar 12, fret Gibson(jumbo) pada
necknya, dan lima buah pick up! (Gibson humbucker,
fender strat, telecaster, dimarzio custom made, dan
pickup buatan 360 system) dan tiga switch. Steve
sendiri pernah menamakan gitarnya sebagai frankestein
telecaster.
Dixie dregs saat itu memiliki karakter ke arah fusion,
blue grass, jazz, groovy funk, rock n roll. Selain
membuat karyanya sendiri mereka juga memainkan
lagu-lagu dari Mahavishnu Orchestra dan Allman
Brothers band.
Setelah membuat beberapa album(1977- Free Fall, 1980 -
What If), pada tahun 1981 karena alasan komersial
Dixie dregs mengubah namanya menjadi “The Dregs”. Pada
tahun tersebut lagu mereka Unsung Heroes menjadi
nominasi Grammy Awards untuk kategori Best
Instrumental Performance.
Pada tahun 1983 The Dregs berpisah dan masing2
personil mengerjakan berbagai proyeknya sendiri.
Setelah itu Steve Morse lebih banyak menggunakan pen
dari pada gitarnya, pada masa tersebut ia menulis
sampai lebih dari 100 artikel dalam berbagai majalah
mengenai gitar dan musik juga filosofinya.
Setelah cukup lama menulis, pada tahun 1984 Steve
membentuk bandnya “Steve Morse Band” yang memiliki 3
orang personil(Steve M-Gitar, Jerry Peek-Bass, dan
Doug Morgan-Drum), mereka mengeluarkan album
pertamanya yang berjudul “The Introduction”. Pada
masa-masa tersebut Steve juga bekerja sama dengan
Albert Lee
Pada tahun yang sama Steve di rekrut menjadi gitaris
di band Kansas, namun ia juga masih terus bekerja
bersama Steve Morse Bandnya.Saat bekerja bersama
Kansas, Steve Morse sempat berpindah jalur dari musik
menjadi Pilot pesawat terbang komersil(saat itulah
akhirnya ia memotong rambutnya menjadi pendek). Hal
ini banyak di sebabkan karena kejenuhannya terhadap
industri musik saat itu yang sangat menekan dan
membatasi karya musisi itu sendiri. Namun saat itu ia
tidak keluar dari Kansas, ia juga mengerjakann album
Kansas yang berjudul “In the Spirit of Things” saat ia
bekerja menjadi pilot.
Setelah berhenti menjadi pilot, ia kembali ke dunia
musik dan ia memutuskan untuk keluar dari Kansas. Hal
yang cukup berpengaruh pada kembalinya ia ke dunia
musik adalah undangan untuk bergabung dengan Linyrd
Skinyrd pada konser mereka di akhir 80’an. Saat itu ia
menyadari bahwa bermain musik tidak seburuk yang
dipikirkan sebelumnya.
Pada akhir 80’an, Steve Morse berkonsentrasi pada
proyek-proyek solonya. Pada masa itu(masa di mana para
monster gitar muncul : steve vai, Joe Satch, dan eric
Johnson) . Saat itu Steve memenangkan Guitar Player
Magazine’s Readers Poll untuk kategori Best Overall
Guitarist untuk 5 tahun berturut-turut!
Pada tahun 1993 Deep Purple kehilangan gitarisnya
Richie Blackmore dan setelah setahun mereka mengadakan
tour bersama Joe Satriani sebagai gitaris, akhirnya
pada tahun 1994 mereka merekrut Steve Morse sebagai
gitaris tetap mereka berikutnya.
Setelah mengikuti beberapa rangkaian tour akhirnya
pada tahun 1998 Steve Morse bersama Deep Purple
mengeluarkan album “Purpendicular”, setelah itu mereka
menjalankan rangkaian tour besar yaitu “Total Abandon
Tour” pada tahun 1999.
Pada tahun 2000 Steve Morse mengeluarkan solo Albumnya
yang berjudul Major Impact, yang berisi tribute untuk
para pemain gitar dan band yang mempengaruhinya
seperti John McLaughlin(Mahavishnu Orchestra), Alex
Lifeson, Jimi Hendrix, Jeff Beck, Eric Clapton(Cream),
George Harrson, Eric Johnson, Keith Richards, dll.
Tahun 2002 Steve Morse Band mengeluarkan album yang
berjudul “Split Decision”.
Pada tahun 2004 Steve Morse mengeluarkan “Major
Impacts 2”, yang juga berisikan tribute untuk band dan
para gitaris yang mempengaruhinya seperti Joe Perry,
Lynird Synyrd, The Yardbirds, Bach, Genesis, Cajun, ZZ
Top, Deep Purlpe, Ted Nugent , dll.
Editor : Abraham Jonathan (naturalsatin@yahoo.com)
Sample Permainan :
- -
Untuk memainkan file .wav di atas, gunakan software "Windows Media Player" yang terdapat pada OS Windows Anda.
Koneksi Anda pelan atau sering terputus? Gunakan software "Flash Get"
CD & kaset Steve Morse dapat dibeli secara online di:
- Disc Tarra.com
- Duta Suara Musik.com
Forum Steve Morse:
http://gitaris.com/showthread.php?t=7469
|