"Shredder dengan komposisi yang menakjubkan dan orchestration sempurna"
Nama Lengkap: Luca Turilli Website Resmi: Rhapsody Tempat/Tgl Lahir: 5 Maret 1972 di Trieste, Italia. Group Band Saat Ini: Rhapsody Group Band Sebelumnya: N/A Band Favorit: Manowar, Yngwie Malmsteen, Blind Guardian, Crimson Glory, Symphony X dan Nightwish Pengaruh: Paganini, Bach, Vivaldi, Soundtracks, classic and medieval music Gitar: Ibanez S-Series Keahlian: Sweeping, Orchestration, Song Composition dll.
Kalau Anda mencari shredder yang komposisinya mengarah ke jaman-jaman pertengahan atau yang lebih
dikenal dengan nama the dark ages, Luca Turilli lah orangnya. Permainan gitarnya tidak terlalu
technical dalam arti Luca Turilli tidak banyak menggunakan teknik bermain gitar yang dipakai shredder
pada umumnya. Dia hanya menggunakan sweeping, alternate picking dan sedikit tapping tanpa bending
sedikitpun.
Yang menarik dan mengagumkan dari Luca adalah kemampuannya mengaransemen lagu-lagu yang bertemakan
fantasi, sihir dan symphonic. Luca sendiri mendeskripsikan musik nya sebagai Epic Symphony Metal atau
Hollywood Metal. Dalam lagu-lagunya Luca lebih memilih untuk menggunakan alat musik seperti biola,
viola, cello dan contra bass untuk menunjang komposisinya daripada menggunakan keyboard untuk menggantikan
alat-alat musik tersebut. Tidak ketinggalan selalu ada paduan suara (koor) gothic dan penyanyi opera untuk
lebih membawa pendengarnya ke alam fantasi yang ingin disajikannya.
Luca memulai permainan gitarnya pada umur 16 tahun dan mendapatkan pengaruh dari dewa-dewa gitar seperti
Yngwie Malmsteen, Jason Becker, Tony MacAlpine dan Vinnie Moore. Ia menyukai permainan gitar yang banyak
memasukkan nada-nada musik klasik. Gitaris favorit nya adalah Jason Becker dan Luca menyatakan bahwa permainan
gitar Jason dengan Marty Friedman di album Cacophony merupakan Holy Bible dari teknik sweet picking. Tapi
dalam hal komposisi dan aransemen, Luca mengatakan bahwa ia mendapatkannya dari film-film Hollywood dengan
special effect dan soundtrack yang luar biasa. Menurutnya kombinasi antara audio dan visual sangatlah
menakjubkan dan inilah sebabnya Luca selalu memuat gambar-gambar yang sangat mendetail dalam setiap album yang
dirilisnya. Hal ini dimaksudkan agar para pendegar bisa lebih terbawa ke alam fantasi yang diciptakannya.
Setelah merilis 2 album dengan Rhapsody (Legendary Tales dan Symphony of Enchanted Lands), Luca yang sedang
melakukan promo tour Symphony of Enchanted Lands dengan Rhapsody menulis lagu-lagu pada waktu senggangnya dan
sekembalinya Rhapsody ke Italia, ia langsung mengerjakan melodi dan aransemennya dan memutuskan untuk merilis
album solo. Akhirnya pada tahun 1999 Luca merilis album solonya yang berjudul Kings of the Nordic Twilight yang
merupakan CD pertama dari trilogy yang diberinya judul Virtual Odyssey.
Total album Rhapsody yang sudah dirilis sampai sekarang (2002) sudah ada 5 album yang semuanya merupakan
sebuah cerita yang berkelanjutan. Dari Legendary Tales (1997), Symphony of Enchanted Lands (1998), Dawn Of
Victory (2000), Rain of a Thousand Flames (2001) sampai Power of the Dragonflame (2002) kelima album ini
merupakan satu cerita yang dinamakan Emerald Sword Saga. Dan di albumnya yang terakhir (Power of the Dragonflame)
Luca menulis satu lagu dalam bahasa Italia (Lamento Eroico) yang bertema melankolis. Rencananya Rhapsody akan merilis album Rhapsody in Black di tahun 2003 dan kemudian membuat Saga baru dari cerita Lord of the Rings. Tenebra... Libera me!