Nama : Bernard Larso Nama Panggilan : Bernard or Beben (Bernard B2n) Tempat / Tanggal Lahir : Jakarta / 11 September 1971 Email : bernard_imi@yahoo.com.sg Occupation : Clinician, arranger, and songwriter, music teacher Kewarganegaraan : Indonesia Style : Fusion, Rock Main Influence : Brett Garsed, Frank Gambale, Tony Mac Alpine, Greg Howe, dll Gitar : Cort NZ – 1 Neil Zaza series, Cort KX 1 F, Ibanez S 540, Ibanez Talman (Acc – El. Nylon),
Charvel Electric Accoustic, ESP Vintage Plus, Other Custom guitar Amp & Fx : Rocktron Piranha preamp,BBE maximizer, Alesis Midiverb Korg Toneworks AX – 30 ( very old
but nice ), ADA Flanger pedal, Dunlop Wah pedal ( Dimebag Signature, Mesa 50-50, Roland
Guitar Synth, Various stomp boxes (zoom, boss, etc )
Pendidikan Musik Formal :
1982 Clasical Guitar at Yamaha Indonesia
1996 Graduated from GIT ( Guitar Institute of Technology )
1996 MI ( Musicians Institute),USA
Musical Experience :
1984 Classical Guitar course at Yamaha Indonesia
1997 Guitarist for Reza during Tour Album “Keajaiban”
2000 Paul Gilbert Asian Tour Clinic ( jam )
2001 Released Solo Album “ Searchin’ For The Dreams “ Po Squat Prod, distributed by PT. Aquarius Musikindo.
2001 Clinician for Crate Guitar Amplification
2001 Started teaching at IMI ( Institut Musisi Indonesia ), Faculty of Guitar also as one the founder.
2002 Clinician Ibanez Guitar (One day clinic explosion)
2005 - now Endorsee and clinician for Cort Guitar
2005 Released a book “ Teknik Improvisasi Gitar Elektrik”, published by Grasindo (Gramedia Widiasarana Indonesia )
2006 Releasing 2nd album titled “ Helping Hands”
2006 Releasing 2nd book titled “ Advanced Technique for Guitar”
Mulai berkenalan dengan gitar pada usia 11 tahun, saat itu mendalami gitar klasik pada Yamaha Indonesia.
Minatnya terhadap electric gitar mucul setelah mendengar Ritchie Blackmore memainkan “Smoke on the
Water “. Karena masa itu belum banyak tempat belajar electric gitar, maka akhirnya ia hanya belajar sendiri
dari kaset-kaset luar seperti Deep Purple, Yngwie Malmsteen, Mr Big, dll. Paul Gilbert cukup
mempengaruhi stylenya pada masa itu ketika “Lean into It “ dirilis ke pasaran, bahkan sempat menjadi
obsesinya untuk bisa ‘ngelmu’ secara langsung dari gitaris yang satu itu.
Tahun 1995 harapannya tercapai ketika ia berangkat ke USA untuk belajar gitar di GIT ( Guitar Institute of
Technology ), California. Namun karena banyaknya style dan musisi yang dijumpainya di sana, maka obsesi
dan seleranya mulai bergeser. Berbagai style dan gaya permainan gitaris-gitaris USA mulai membuka
wawasannya, mulai dari Tony Mac Alpine, Greg Howe, John Pettruci, dll. Sekembalinya dari USA, ia mulai membentuk band local.
Namun karena kurang sukses, maka pada 2001 atas dorongan rekannya, bassist ‘Adi Dharmawan’, maka ia
akhirnya merilis album pertamanya yang bertajuk “ Searchin’ for The Dream “, yang didistribusi oleh PT.
Aquarius Musikindo.
Perhatiannya terhadap dunia pendidikan musik akhirnya membawanya bersama rekan-rekannya melahirkan IMI (
Institut Musisi Indonesia ), yang hingga kini terus menjadi basis bagi harapannya di bidang pendidikan
musik, dan menjadi tempatnya menuangkan karya-karyanya, berinteraksi, serta berbagi ilmu
dengan bakat-bakat musik baru dari seluruh Indonesia. Tahun 2005 ia merilis buku teknik berjudul “ Teknik
Improvisasi Gitar Elektrik “ ( terbitan Grasindo / Gramedia grup ) yang cukup
sukses di pasaran.
Bulan Agustus 2006 ia meluncurkan album keduanya yang berjudul “ Helping Hands “ . Album ini terdengar
cukup berbeda dengan album pertamanya, karena banyak berunsur Fusion. Diakuinya ini dikarenakan pengaruh
dari gitaris Australia Brett Garsed yang pernah menjadi private teacher nya dan juga Frank Gambale.
Bulan oktober 2006 ia juga akan merilis buku tekniknya yang kedua, yang diprediksi berjudul “ Advance teknik
gitar elektrik“.